Syariah - Marketing - Bisnis - Online

Blog ini sami susun sebagai media berbagi. Materi syariah - Inspirasi - Pengembangan Diri dan Motivasi - Yodhi's Blog. Share TO INSPIRING With Yodhi Setiawan

MARKETING SYARIAH, BISNIS SYARIAH, EKONOMI SYARIAH, PENGUSAHA MUSLIM, BISNIS SAMPINGAN, IDE BISNIS, INSPIRASI BISNIS, PELUANG USAHA, JUALAN ONLINE.

Restoran Berkonsep One Stop Service Semakin Menjadi Tren Saat Ini

Restoran Berkonsep One Stop Service Semakin Menjadi Tren Saat Ini

Trend masyarakat modern adalah mendewakan dan pemanfaatan waktu seefisien dan semaksimal mungkin. Dari titik tolak inilah terlahir konsep baru di usaha restoran yang mendorong para pengusaha restoran agar tak ketinggalan jaman hanya melulu berbisnis dengan satu jenis usaha. Tetapi, mereka mulai memadukan beberapa usaha dalam satu tempat dan menjadikan rangkaian usaha. Rasanya hal ini telah menjadi tuntutan kekinian masyarakat modern atau dikenal dengan konsep one stop service. Apalagi masyarakat saat ini cenderung lebih suka mendapatkan pelayanan yang terpadu di satu tempat sehingga bisa efektif waktu, efektif dana, dan praktis. “Jadi kalau bisa makan sambil menikmati suasana yang asri, kenapa harus mencari tempat lain yang tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” papar Bambang Bhakti, CEO OSI (Outbond Synergy Indonesia) Leadership Center.
            Bambang menambahkan bahwa trend yang menyajikan usaha restoran dengan konsep one stop service memang sangat berkembang di kota-kota besar sepertai Jakarta, Bandung, Medan dan Surabaya. Biasanya usaha retoran tersebut dipadukan dengan hiburan dan permainan edukasi anak. Konsep ini cukup memikat konsumen dengan memberikan kepuasan dan hiburan sekaligus. Ditambahkan Agus W Suhadi, Pengamat Marketing dari Prasetya Mulia bahwa restoran berkonsep one stop service sebisa mungkin memberikan hal yang berbeda dari tempat restoran lain. Apalagi jika pengusaha restoran dapat memberikan pengalaman berbeda sejak masuk ke restoran hingga keluar  restoran pelanggan membawa kesan lain dari restoran lainnya.
            Salah satu contoh restoran berkonsep one stop service adalah, Restoran Mang Ajo di Karawang Barat yang menyajikan masakan Sunda yang dilengkapi dengan pemancingan, outbond anak serta kebun binatang mini yang diisi binatang seperti ular piton, kura-kura, orang utan dan biawak sehingga pengunjung dapat menikmati suasana lain selain lingkungan yang sejuk nan asri. Jadi setiap pengunjung tak hanya disuguhi olahan berbagai ikan air tawar lezat, tapi juga bisa membawa pulang ikan yang berhasil dipancing. Sementara sambil menunggu makanan datang, atau setelah usai bersantap, anak-anak bisa bermain di taman, atau melakukan outbond.
Mulai Dari yang Terpopuler
Contoh restoran one stop service lainnya adalah Restoran Desa Bumbu yang terletak di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Bogor. Di sini lidah pengunjung tak hanya dimanjakan dengan makanan enak, tetapi juga pemandangan yang sangat indah, karena restoran terletak di tengah sawah yang berbukit-bukit. Di Restoran Desa Bumbu ini juga dilengkapi dengan outbond, dan juga paket petani cilik. Sayangnya meski sangat cocok membawa anak-anak atau keluarga, namun harga makanan di sini sangat mahal, sebagai contoh untuk harga juice segelas kecil harganya Rp 17 ribu. Di samping itu pengunjung juga musti membayar outbond dengan tarif Rp 20 ribu perorang dan Rp 35 ribu peranak untuk paket wisata petani kecil.
            Dikatakan Bambang Bhakti, jika akan memulai usaha one stop service ini ada baiknya memulai dari satu jenis usaha yang lebih popular terlebih dahulu. Jika salah satu usaha telah berjalan dan adanya permintaan pasar dan prospek usaha yang cukup menjanjikan bolehlah  mendirikan usaha lain sebagai pendukung usaha yang ada. Namun Bambang menegaskan jangan terlalu memaksakan jenis usaha yang akan dibuat dari usaha yang telah ada. Misal, usaha pemancingan, rasanya tak tepat jika usaha pendampingnya adalah yang tak berhubungan sama sekali dengan usaha awal. Tepat rasanya Tabrani, pemilik Rumah Makan Mang Ajo mendirikan usaha restoran guna memanjakan pemancing menikmati makanan, apalagi hasil pemancingan langsung dapat dimasak di tempat baik dibakar atau digoreng. Membuka usaha outbond untuk anak berikut hiburan binatang yang tertata rapi di tiap pojokan taman memberikan pengalaman yang berbeda. Tak hanya itu, pemancing dapat serta merta memboyong keluarga sekalian berlibur.
            Namun menurut Agus W Suhadi, mendirikan restoran one stop service secara langsung seperti yang dilakukan Didi Haryadi, ayah artis penyanyi Andien, pemilik Pasar Ikan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan dirasa cukup baik. Yang terpenting usaha tersebut memiliki konsep usaha yang matang dan manajemen yang benar. Selain itu turut campurnya pemilik dan kemampuan leader ship owner juga menentukan usaha tersebut dapat berkembang atau tidak. Usaha pasar ikan yang digabungkan dengan restoran dan panggung pentas seni yang diusung keluarga Andien ini terbilang cukup berani. Pasalnya untuk memulai usaha yang dirasa memiliki prospek usaha yang cerah diperlukan pinjaman dari pihak bank untuk menambahi investasi awal yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar itu. Sikap Didi Haryadi untuk melakukan pinjaman pada pihak bank ternyata sepaham dengan Bambang Bhakti yang lebih menyarankan untuk melakukan pinjaman bank ketimbang melakukan kongsi dengan relasi yang tak dipungkiri dapat saja terjadi sengketa urusan pembagian hasil saat untung apalagi rugi.
            Pemilihan lokasi merupakan nilai investasi yang paling mahal, sebab lokasi bisa dikatakan menentukan ramai atau tidaknya pengunjung. Lokasi usaha yang berada di pinggir jalan atau ditempat yang strategis cukup menyedot pengunjung untuk sekadar  mampir dan mencicipi hidangan dan konsep yang ditawarkan. Memang untuk mendapatkan lokasi yang strategis memang mahal. Untuk mengakali tingginya harga jual biaya investasi tempat usaha Bambang menyarankan agar pengusaha melakukan sewa terlebih dahulu. Namun cari tempat yang nantinya dapat dibeli sehingga tak selamanya sewa. Hal ini pun ternyata dilakukan oleh Didi Haryadi.
Persaingan Belum Ketat
Meskipun belum banyak restoran yang dikemas one stop service, namun pengusaha tersebut perlu terus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Meskipun tempat usaha selalu dipadati pelanggan di akhir pekan, urusan ketepatan dan kecepatan dalam hal pelayanan perlu terus dijaga dan kontinuitasnya perlu dipertahankan. “Tidak perlu ramah yang penting pelayanan yang diberikan yang terbaik terutama kecepatan penyajian sehingga pelanggan tak perlu menunggu lama. Namun usaha seperti ini bukan hanya berkembang di kota besar, pergeseran ke pinggir kota hingga daerah pun menyuguhkan hal serupa. Tentu saja sasarannya masyarakat kota yang ingin mencari suasana lain.
Dengan persaingan yang masih agak longgar ini, memberikan peluang meraih  keuntungan yang masih besar untuk pengusaha restoran one stop service ini. Dengan memperhatikan biaya bahan baku tak lebih dari 35% tentunya setelah dikurangi biaya operasional diharapkan keuntungan bersih yang dapat diraih mencapai angka 20-30%, pungkas Agus.
Tips memulai Restoran One Stop Service
Bagi pengusaha yang meniti restoran one stop service ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:
Konsep.
Penekanan konsep usaha di awal terbilang penting dalam memulai usaha one stop service. Seperti Restoran Mang Ajo yang mengusung konsep pemancingan dan restorannya yang lahannya menyerupai seperti gentong. Dari luar terlihat kecil, namun setelah masuk ke dalam didapati areal yang luas dengan lorong, taman dan 5 kolam pemancingan.
Branding yang Kuat.
Penamaan usaha atau brand yang diusung tak kalah pentingnya dalam usaha ini. Nama restoran harus mudah diingat, sehingga cepat dikenal masyarakat. Untuk membuat usaha mudah dikenal, strategi marketing yang harus digunakan antara lain melalui promosi seperti reklame, sisipan pada koran dan media kawasan atau menggunakan spanduk. Selain itu, buatlah konsep yang unik dan disukai oleh pelanggan. Jangan lupa konsumen akan menyebarkan informasi kepuasannya setelah mendatangi usaha kita.
 Training SDM
Kendala di usaha one stop service, tak jauh dari lemahnya karyawan yang dimiliki. Kurang cepat dalam bekerja dan kurang kehati-hatian kerap menjadi nilai minus bagi usaha bersangkutan. Bisa juga dilakukan training sekadar untuk memberikan masukan cara pelayanan terbaik bagi konsumen. Usaha ini bukan high tech sehingga dapat diadaptasi oleh karyawan dengan mudah. Selain itu, mengatasi membludaknya pengunjung saat weekend juga perlu diperhitungkan seperti menambah kapasitas kursi, porsi yang disediakan hingga penambahan karyawan melalui outsourcing.
Atur Cash Flow
Mengatur berapa pemasukan dan pengeluaran dengan rapi dapat mengurangi biaya yang tak efisien. Pasalnya banyak pengusaha yang memulai usaha dengan mengejar perputaran produk atau jasa, namun mereka lupa di bisnis  manapun perputaran cash flow sangat penting. 
Jangan Mengekor
Kebiasaan masyarakat Indonesia menjiplak kesuksesan usaha lain sebaiknya tidak diterapkan jika ingin usaha yang dibangun sukses. Untuk itu, memberikan hal berbeda atau mengikuti keinginan konsumen terhadap pelayanan. Jangan meniru usaha yang ada. Konon, usaha yang sukses itu kalau bukan yang pertama, ya… yang berbeda.
Jangan Menjual Makanan Dengan  Harga Mahal
Jangan mentang-mentang Anda bisa menyediakan semua fasilitas, kemudian “menembak” dengan harga makanan yang mahal. Ingat orang Indonesia, tetap mempertimbangkan harga dibandingkan dengan suasana yang memadai.
Sumber: Peluang Usaha

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites